Rabu, 22 Januari 2014

SATU INDONESIA

Membaca salah satu puisi Pak DheCholik di blog detik yang berjudul INDONESIA SATU, tiba-tiba membuat saya merinding. Sembari merasakan getaran-getaran aneh yang tiba-tiba muncul di dada. Sepertinya saya sedang dilanda jatuh cinta (lagi). Perasaan cinta pada negeri kita yang konon katanya seperti tanah surga ini. Perasaan yang walau sering timbul tenggelam, seiring berbagai macam problematika yang membuat negeri kita ini seperti tercemar di mata warganya sendiri. Korupsi seperti budaya, Kejahatan merajalela, generasi muda yang tak patuh, terorisme yang sering menghantui, bencana alam yang sering melanda. Berbagai permasalahan yang kadang menutupi keindahan, kenyamanan, dan rasa syukur kita bisa tinggal di Negeri tercinta kita.
Jujur, Pak Dhe Cholik seperti men “charge” rasa cinta saya.
Bagaimanapun juga, Negeri kita sama sekali tidak salah. Alam kita tidak nakal. Manusia-manusia didalamnya yang sering berbuat kerusakan. Hanya memikirkan kesenangan pribadi dan lupa bahwa tugas kita adalah untuk menjaga amanah yang telah diamanatkan. Ingatkah kita akan cerita perjuangan dulu, bagaimana sulitnya para pahlawan kita berjuang untuk kemerdekaan Indonesia? Mereka mengorbankan jiwa dan raga demi cita-cita mempersatukan nusantara, tanpa sedikitpun menginginkan pamrih. Lalu? Sudahkah kita berbuat “sesuatu” untuk Indonesia?
Masih ada waktu, kawan.
Masih ada waktu. Sebelum hari kiamat tiba. Sebelum nafas terakhir. Masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya.
Ingatlah, semua tak akan berjalan jika kita masih terpecah belah. Kita semua bersaudara. Saatnya kita bersatu. Bertaubat dari segala kekhilafan kita. Mari kita berkontribusi sesuai bidang kita untuk membangun Indonesia.  Menjadikan Indonesia lebih baik lagi.

Pemilu tahun ini, semoga benar-benar menjadi pemilu yang bersih, adil, dan benar-benar dapat menghadirkan pemimpin yang dapat dijadikan teladan untuk semua. Aamiin.

Alhamdulillah Ya Allah... saya bertanah Air Indonesia...
Sampai kapanpun.. saya bangga...
Dan akan selalu berjuang untuknya... 

Artikel ini diikutkan dalam Giveaway 2 hari yang diadakan Pak Dhe Cholik.

Rabu, 01 Januari 2014

Teluk Ijo!! Tadabur Alam menantang di Kota sendiri



Selamat Tahun Baruuuu!!
Semoga nggak nyesel karena tahun 2013 sudah meninggalkan kita ya..
Nggak ada yang perlu disesalkan, karena waktu memang nggak bisa diulang kembali.
Sekarang saatnya menggunakan waktu kita dengan sebaik-baiknya di tahun 2014 ini. Lakukan kegiatan yang berguna, positif, dan tentu saja yang sesuai dengan tujuan hidup kita.
Okeeh.. walaupun sekarang sudah tahun baru, tapi karena liburan masih belum usai, jadi boleh dong, aku mau bagi-bagi sedikit pengalaman liburanku. Walaupun tamasya singkat, tapi benar-benar membuat mata dan pikiranku seger. Mungkin yang capek hanya kaki dan tubuh aja. Nggak masalah, karena ini liburan, so jadikan semuanya menyenangkan.

Kamis, 12 Desember 2013

BEC 2013 "The Legend of Kebo-keboan"

Sebenarnya foto-foto ini sudah jadul bgt. Yang mana BEC 2013 sudah berlangsung bulan September lalu. tapi lebih baik share sekarang dari pada tidak sama sekali. karena aku senang banget karena bisa melihat dan sedikit mendokumentasikan event keren di kotaku ini. Di BEC tahun ini kelompok penyaji dibagi 3 yaitu Kebo Geni (merah) , Kebo Bumi (hitam coklat), n Kebo Bayu Tirta.

Selasa, 03 Desember 2013

PROYEK MONUMENTAL 2014 : MRS



Assalamualaikum...

Tidak terasa, tahun baru 2014 sudah semakin dekat, bahkan kemarin kita juga baru saja merayakan Tahun baru Hijriah. Tiap malam tahun baru, biasanya saya menyempatkan untuk merefleksi diri. Muhasabah bagaimana perjalanan saya selama 1 tahun ini. apa semua target dan mimpi-mimpi sudah terpenuhi? Apakah hampir? Atau bahkan terbengkalai semuanya. Dan ternyata kebanyakan terbengkalainya kawan-kawan. :)
Setelah bertafakur, berpikir sambil memejamkan mata :D hehe, akhirnya saya berhasil memutuskan apa proyek monumental yang sangat saya inginkan bisa tercapai. Tentu saya akan berusaha untuk menggapainya. Diantara list-list keinginan menahun yang sampai sekarang masih belum terlaksana, saya menemukan proyek yang sudah saya tunggu-tunggu saat yang tepat untuk mewujudkannya. Okelah, dengan Bismillah, saya luncurkan proyek Monumental saya ini.


PROYEK MANDIRI : MRS

 gambar diambil dari sini

MRS bukan singkatan dari Masuk Rumah Sakit loo... tapi Menempati Rumah sendiri. Mungkin diantara teman-teman ada yang bertanya, tinggal di rumah sendiri kok dijadikan proyek? Baiklah, sekarang saya akan menjelaskan proyek ini.
Sejak Ayah saya meninggal menyusul Ibu  sekitar 8 tahun yang lalu, saya dan adik-adik saya yang sangat labil saat itu, memutuskan untuk tinggal di rumah Paman saya. Mengapa seperti itu? Mungkin kawan-kawan bisa merasakan bagaimana suasana rumah jika sebelumnya keluarga utuh berjumlah 5 orang, dan sekarang hanya tersisa 3 anak. Saat itu saya anak pertama kelas 1 SMA dan terkecil kelas 2 SD. Ada rasa yang bikin kita nggak sanggup untuk tinggal disana. Seperti masih kemarin saya tinggal berempat dengan ayah, jadi anak tomboi, apalagi adik-adik saya. Kami merasa hampa dan sepi di rumah kami itu.
Alhamdulillah, dalam kedukaan kami, keluarga kami yang lain, sangat baik dan melimpahkan kasih sayang pada kami. Mereka merangkul kami, dan kami pun akhirnya memutuskan tinggal di rumah Paman dan Nenek. Rumah saya dan rumah paman tidak lah jauh, bahkan bersebelahan.  Rumah saya ada di sebelah timur, dan rumah Paman di baratnya. Sebenarnya salah satu dari adik saya sempat ditawari untuk ikut saudara di lain kota, tapi kami lebih memilih tetap disini. Di Banyuwangi. kami cinta kota kami.
Dan sekarang, tidak terasa saya dan adik-adik saya sudah tinggal di rumah Paman selama 8 tahun. Wow. Menjalani hidup apa adanya, saling membantu dan sederhana. Nenek, menjadi orang terdekat saya sekarang, begitu pula dengan keluarga Paman. Walau roda kehidupan selalu berputar, dan tantangan tentu selalu ada, tapi kami sangat bersyukur kepada Allah atas segala limpahan nikmat, dan atas segala kasih sayang dari semua keluarga kami, baik dari keluarga Ayah dan Ibu. Selama itu pula, rumah saya disewakan, digunakan untuk membantu biaya pendidikan kami.
Seiring kami yang semakin dewasa, dimana selepas SMA, saya alhamdulillah sudah bekerja, dan sekarang adik kedua pun sudah lulus, hanya tinggal 1 adik saya yang belum menyelesaikan SMA nya,  ada satu keinginan kami. Keinginan kami yang ingin sekali bisa mandiri, bukan bermaksud kami ingin menjauh dari keluarga. Tetapi yang terpenting adalah kami ingin belajar untuk tidak bergantung pada orang tua. Walau hal ini tidak berarti kami tidak membutuhkan pantauan lagi. Tentu saja kami masih sangat membutuhkan. Tetapi minimal kami jadi tidak terlalu merepotkan keluarga lagi. Selama ini kami sudah sangat merepotkan dan kami jadi saksi sekaligus pelaku bahwa hidup itu penuh perjuangan. Biaya makan, pendidikan yang mahal, dan berbagai tantangan yang selama ini menghiasi. Bahkan ilmu berhutang sudah saya sering kali saya praktekkan.
Hal tersebutlah, yang mendasari kami ingin mewujudkan proyek ini. Ya, Kami ingin menempati rumah kami sendiri. Proyek ini, semoga menjadi kebaikan untuk semua pihak, bagi kami, dan semuanya.
Mengapa tahun 2014 adalah saat yang Insya Allah tepat untuk proyek ini?

  1. Rumah saya yang disewakan sudah kosong. Karena penyewa terakhir sudah selesai masa sewanya akhir tahun ini. Bahkan sekarang sudah kosong. Insya Allah tidak kami sewakan lagi. Apalagi kami sangat ingin merawat rumah kami dengan baik. Ada yang bilang, rumah itu bukan hanya harus dibersihkan saja, tetapi juga harus terjaga suasananya, membiasakan beribadah didalamnya, sehingga menjadikan rumah tersebut sejuk bagi penghuninya.
  2. Insya Allah, segala macam kredit saya akan lunas di tahun 2014 ini. Kredit yang menguras energi. Fyuh.
  3. Dan alasan terpenting, karena rumah Paman yang kami tempati, Insya Allah rencananya akan dijual. Untuk beberapa hal yang menjadi kewajiban Paman. Sebenarnya saya benar-benar tak tega melihat rumah itu di jual, ibaratnya, kalau saya punya uang, akan saya beli sendiri rumah Paman ini. karena rumah warisan ini sudah memiliki banyak kenangan. Banyak sekali, masih segar di pikiran saya.

Ini Rumah Paman. Rumah kenangan masa kecil

Tetapi semuanya sudah kehendak Allah, dan pertimbangan-pertimbangan tersebut semakin membulatkan tekad saya dan adik- adik untuk bisa mewujudkan proyek MRS saya ini. Walau dengan pro dan kontra, sampai kadang ada sedikit salah paham yang terjadi. Tapi niat kami bukan niat yang jelek, Insya Allah akan baik dan lancar. Dan Insya Allah kami akan tinggal dengan Nenek, dan kucing kami. Dan jika memang rumah paman memang akan dijual, Paman dan keluarga juga kami persilahkan tinggal di rumah kami. 

Langkah-langkah untuk mewujudkan proyek MRS ini:

  1. Saya akan bekerja lebih keras lagi!!!!! Bekerja, bekerja, bekerja, mungkin motto PLN ini akan saya terapkan untuk kedepannya. Terutama tahun 2014 ini. karena sudah banyak sekali kebutuhan di depan mata. Tapi tetap, yang paling utama adalah mendekatkan diri pada Allah. Saya banyak punya target untuk tahun depan. Terutama dalam hubungan dengan proyek MRS saya ini, diantaranya, punya usaha sampingan dengan membuat Kerajinan, pengisian pulsa, menggambar kartun di Media cetak, membuat cerpen, opini, yang bisa diterima di media, aktif di blog, mengikuti kontes, dan semoga bisa menerbitkan buku. Amin. Minimal bisa tidak berhutang di akhir bulan. Atau bahkan semoga ke depannya bisa menabung, Insya Allah saya bisa cepat mewujudkan proyek saya ini. Amiiin...
  2. Membayar hutang menahun (diluar kedit saya). Bisa dikatakan bahwa hidup saya penuh hutang. Tak mengapa, karena saya akan berusaha membayarnya, saya yakin bisa. Termasuk surat rumah, akan saya urus. Insya Allah di tahun 2014. Hal ini yang sedikit bikin tak tenang jika menempatinya tapi masih punya beban. Apalagi adik saya Insya Allah sudah bisa mandiri karena sudah bekerja. Dan sudah bisa membantu saya. Alhamdulillah.
  3. Memperbaiki rumah saya. Beberapa bagian rumah saya ada yang rusak. Banyak yang harus diperbaiki dan setahap demi setahap akan di perbaiki. Secukupnya. Dan ini yang agaknya harus menunggu. Karena menunggu dana.  Insya Allah Bulan Desember ini, saya mulai dengan merapikan pohon-pohon di sekitar rumah.
  4. Memberi peralatan rumah. Secukupnya.
  5. Menyiapkan mental. Persiapan yang paling penting dan agaknya paling susah. Persiapan keberanian untuk menempati rumah kenangan kami bersama kedua orang tua kami, walau kami bukan lahir di sana (karena masa kecil kami di kota lain, mengikuti tugas kerja Ayah). Serta mempersiapkan mental menghadapi suasana baru yang pasti berbeda dan cenderung lebih sepi. Kata adikku menakutkan J. Tidak lupa juga minta izin secara resmi pada Paman. Hehe. Yang penting kami akan berusaha merawat rumah kami tersebut dengan sebaik-baiknya. Walau kami tak tahu bagaimana bila kami sudah berkeluarga semua. Tapi saya punya keinginan menjadikan rumah kami itu jadi rumah keluarga. Tempat berkumpul keluarga besar. Home sweet home pokoknya.

Jangka waktu pelaksanaan proyek:

Persiapan dimulai dari sekarang. Terutama masalah perbaikan. Insya Allah maksimal sebelum akhir tahun 2014 akan siap dan dilaksanakan. Amin.

Harapan saya tentang proyek MRS ini:

Harapan kami, saya khususnya, dengan mewujudkan proyek ini, semoga saya akan bisa mandiri. Walau nenek menemani kami, tapi kami berharap kami bisa belajar lebih banyak tentang  kehidupan. Insya Allah meskipun tinggal di rumah sendiri, kami bisa memenuhi kebutuhan kami. Dan tentu saja tinggal di rumah sendiri bukan berarti kami akan jauh dari keluarga Paman. Sama sekali tidak, karena kami tetap akan saling membantu, bahkan hubungan dekat nggak akan ada yang berubah, toh, jarak rumah kami dan Paman nggak lebih dari 7 meter. Mungkin kami malah akan sering ke rumah Paman.  Tentu saja, kami akan tetap berbakti pada keluarga dan nggak akan pernah melupakan jasa keluarga bagi kami, dan kami pun masih membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang dari paman dan tante, dalam pengambilan keputusan dan sebagainya. 

Dan tentunya jika rumah Paman memang akhirnya dijual dan terjual, tentu pintu rumah kami akan terbuka untuk Paman dan keluarga. Karena keluarga adalah yang terpenting untuk kami. 

Semoga proyek Monumental tahun 2014 ini bisa saya wujudkan. Mohon doanya dari kawan-kawan sekalian. Dan semoga Allah juga meridhoinya. Aamiin Ya Robbal Alamin...
Semangat!!!!!!

Wassalamualaikum Wr. Wb. :)


http://abdulcholik.com/2013/11/01/kontes-unggulanproyek-monumental-tahun-2014/
 




Selasa, 03 September 2013

Selamat Datang September!!



Postingan pertama di bulan ini... ^^
Alhamdulillah... terima kasih tak terkira kepada Allah SWT yang telah memberikan seluruh anugerah dan nikmat kepadaku hingga detik ini. Aku senang sekali bisa kembali posting di blogku ini. semoga kedepannya semakin semangat! Amin. Untuk mengawali bulan ini, aku akan share tentang mimpi, kegembiraan, dan kegalauanku memasuki Bulan ke 9 di tahun ini. apa aja ya?

Minggu, 28 Juli 2013

TANGGAL MUDA



“Alhamdulillah...” Nenek Asri menghitung uang pensiunnya sejenak, memasukkannya dalam tas, dan perlahan beranjak dari loket. Aku tuntun tubuh rapuhnya hingga naik ke becakku.
“Kemana sekarang, Nek?”
“Langsung pulang saja, Yo.”
Aku mengangguk dan mulai mengayuh.
Tak lama, kami sampai di rumahnya. Seperti biasa, rumah Nenek Asri bisa dipastikan lebih ramai di tanggal muda. Dua anaknya yang sudah berkeluarga datang. Ambil jatah bulanan, katanya.