Sabtu, 04 Agustus 2018

Renungan Hari Ini

Menanti Fatwa Hati
Oleh Ust. Felix Siauw

Aku tahu bahwa ilmu itu takkan pernah menyatu dengan maksiat, tapi tetap saja aku tak bosan-bosan melakukannya. Itulah mengapa kebodohan tetap membersamaiku

Aku tahu dosa itu candu, tapi aku masih meyakinkan diriku, bahwa ini dosa yang terakhir, tak ada lagi dosa setelahnya, aku sadar itu mantranya syaitan, tapi aku terus tertipu

Aku paham perkara melalaikan itu menjauhkanku dari hal yang harusnya aku capai. Tapi hal-hal yang remeh itu sangat-sangat menyenangkanku, sementara prestasi menjauhiku

Meski banyak dosaku, aku enggan beristighfar. Meski meluber kesalahanku, aku tak henti membuat yang baru. Terus-menerus tinggalkan tanggung jawab padahal akan dihisab

Entah bagaimana hidup ini bila Allah adil kepadaku. Bila satu kebaikan dibalas satu, satu dosa dibalas satu. Maka takkan punya kesempatan aku berdiri di hadapan Ar-Rahmaan

Tak ada yang membuatku berharap kecuali ampunan Tuhanku. Tapi aku malu meminta ampunan-Nya setelah apa yang aku lakukan pada-Nya, mengabaikan dan meremehkan-Nya

Bertambah-tambahlah rasa malu itu, tatkala aku menemukan Tuhanku menanti diriku senantiasa, kapanpun aku siap, kapanpun aku mau, sebetapapun aku jauh melangkah

Kalimat itu menghancurkanku. "Bila hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang aku". "Aku dekat". Sedekat itu hingga Tuhanku langsung berbicara padaku

Kini aku bertanya pada hatiku. Sampai kapan engkau ingin begini? Sampai kapan engkau terus mengabaikan Tuhan yang tak henti-hentinya mencintai dan menyayangimu?


-------------------------------
:'(

Sabtu, 07 Juli 2018

Sebelum Syawal berlalu...

Assalamualaikum.,
Hari ini tanggal 23 Syawal 1439 Hijriyah...
Semoga puasa qadha maupun puasa Syawal sudah berhasil kita tunaikan.. jika belum tuntas, masih ada waktu kawan... semangat-semangat!

Waktu sangat cepat berlalu, Ramadhan tahun ini sudah meninggalkan kita. Syawal pun juga akan berlalu, jadi pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Sedikit muhasabah atas target-target di bulan Ramadhan yang lalu, khususnya di tulisan saya sebelum ini. Alhamdulillah... saya BELUM berhasil melaksanakannya 100 persen. Hiks. Saya hanya berhasil khatam 1 kali, menghafalkan surat Abasa, dan At Takwir baru berjalan sepertiga bagian. Untuk murojaah dan baca tafsir juga belum istiqomah. Tapi alhamdulillah sekali, menurutku ramadhan kemarin lebih berhasil menjaga untuk tidak berbuat yang mengurangi pahala puasa daripada Ramadhan 2 tahun lalu. Aamiin.. semoga saja memang demikian. Bukan hanya pencitraan. :)

Bismillah... Doakan aku bisa lebih baik dari hari kemarin ya kawan...
Dan bersemangat untuk selalu belajar. Karena masih banyak sekali hal yang aku ingin pelajari. Termasuk belajar menjaga mulut. Susaaah banget untuk tidak ghibah dan berbicara yang tidak penting. Bagiku itu masih sulit. Aku juga bismillah berusaha untuk mulai membuka hati untuk suatu hal penting yang juga sangat di anjurkan dalam Agama. Bismillah ya Allah.. mohon selalu petunjuk dariMu...

Insya Allah bisa, Insya Allah harapan itu ada :)

gambar dari pinterest

Kamis, 17 Mei 2018

Marhaban Yaa Ramadhan...



Selamat datang Bulan Ramadhan...Bulan penuh berkah dan ampunan...

Semoga kita diberi kesempatan untuk dapat memaksimalkan ibadah dan amal sholih di Bulan Ramadhan ini... Insyaa Allah...Aamiin...
Marhaban ya Ramadhan...

Bismillah
Saya ingin sedikit menuliskan target saya tentang belajar Alqur'an di Bulan Ramadhan ini, agar dapat menjadi penyemangat saya pribadi. Bukan untuk niat pamer atau apa. Karena saya hanyalah seorang fakir ilmu yang penuh dengan dosa dan khilaf. Namun agar saya bisa konsisten dan membesarkan tekad, agar bulan Ramadhan ini tidak berlalu dengan sia-sia.
Semoga Allah Subhanahuwata'ala meridhoi.. Aamiin

1. Mengkhatamkan 30 juz Alqur'an
2. Menghafalkan surat2 di juz 30. Walau masih sangat pemula untuk menghafal, Bismillah akan  berusaha :). List target masih 3 surat ini.. :D
 - Surat Abasa
 - Surat At Takwir
 - Surat Al Infithar
3. Berusaha rutin muroja'ah buku ilmu tajwid dan Gharib.
4. Fokus belajar memahami Alqur'an dari terjemahan dan tafsir minimal 1 minggu sekali.

Bismillah.. Semangat!!

Selasa, 15 Mei 2018

Hidup yang Bagaimana?

Aku sadar hidup ini singkat.
Aku tahu bumi sudah semakin tua,
Waktu tak akan pernah bisa terulang.

Sering aku menangis karena sesuatu hal yang... mungkin hanya di pikiranku saja
Hidupku memang bukan hidup yang luar biasa.
Waktuku banyak kusia-siakan
Aku banyak tidur
Ibadah tak maksimal
Kenakalan selalu terjadi
Bekerja, banyak kesalahan juga

Aku tertawa pahit
Hidup yang bagaimana?

Hei, walau seperti ini aku punya lebih dari 50 impian
Walau impian terbesarku bukan tentang dunia
Tapi ada banyak hal sebenarnya yang ingin aku raih
Tapi, tak ada yang dapat kubagi
Sesuatu itu...
Keinginan itu...

Ketika air mataku jatuh
Pernah kulihat diri di cermin usang
Ya Allah..

Disana....
Aku melihat diriku
Sungguh tak berharga

Hijrah katamu?
kamu merasa sudah berhijrah?
Sama sekali belum

Aku tertawa sambil menangis
memperbaiki diri memang susah
apalagi jika kau tak pernah bisa istiqomah

Hidup yang bagaimana?
Cepat tentukan!
sebelum kau hilang dari peredaran
tak ada yang akan ingat engkau lagi
hanya akan jadi kenangan biasa
sekejap, lalu hilang

Lalu, apakah kau merasa dikenal penduduk langit?
Hahaha...
sungguh memalukan
Kau bahkan tak dikenal dimanapun

Hanya sebongkah hati busuk
Yang masih banyak sombong
yang selalu ternodai kemalasan, kemunafikan

Jadi, kau sebenarnya mau apa?

Hidup yang bagaimana?
Hanya kau yang tau wahai hati
Hanya kau yang harus berusaha

-----------------------------------------------------
Ya Allah...
Mohon bimbing hambaMu ini
Mohon beri waktu...

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Aamiin Allahumma Aamiin

Jumat, 13 April 2018

PENYAKIT KUCING : SELAPUT MATA PELINDUNG YANG NAIK

Asssalamualaikum...

Benar kata beberapa literatur yang pernah saya baca mengenai public speaking, bahwa salah satu kiat agar kita percaya diri saat berbicara di depan orang banyak yaitu kita harus paham luar dalam akan materinya. Semakin kita memahami apa yang akan kita sampaikan, maka kita akan bisa menguasai keadaan dan merasa enjoy dalam memaparkan materi. Sama halnya dengan menulis, kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman, tentang penyakit yang dialami kucing saya, yang mana saya adalah termasuk perawat amatir baginya.

Mungkin jika teman-teman ada yang mengenal saya di dunia sesungguhnya, pasti tahu saya memiliki satu saudara hewan yaitu kucing saya 1 ekor (hanya boleh satu!) yang sudah menemani saya mulai blog ini dibuat. Yaps, kucing lokal tabby yang bernama Unyit itu pernah saya ulas di artikel tahun 2010 ini.

Rabu, 11 April 2018

CERITA SANG MANGGA TUA

Sebuah cerpen buatan saya beberapa tahun lalu, walau banyak kekurangan disana sini, belum baik (dan terlalu panjang!) namun semoga berkenan dibaca sebagai sedikit hiburan. Ambil sisi positifnya, buang yang negatif yes.. Oiya, walau saya sebenarnya malu memajang cerpen ini, setidaknya jika ada yang benar-benar peduli dengan kesalahan dan kekurangan cerpen ini, dapat memberikan komentar atau saran. Jazakumullah Khair..


CERITA SANG MANGGA TUA
oleh A. Dewi



Hari menjelang malam. Sayup-sayup terdengar adzan berkumandang. Menghiasi keremangan senja yang berwarna jingga. Burung-burung agaknya sudah kembali ke sarang. Hanya tinggal jangkrik dan sederet hewan malam yang bangun, tampak siaga, dan memulai perburuan. Aku tetap di sini, berdiri tegak, bagai mandor yang mengawasi. Diantara padi-padi merunduk yang mulai tak terlihat termakan gelap. Bersanding dengan gemericik air sungai kecil yang mulai terdengar syahdu melengkapi  nada-nada malam.
Sudah lama sekali aku disini. Puluhan tahun sepertinya. Takdir Tuhanlah yang membuatku bisa bertahan sampai saat ini. Semua saudaraku sudah tak tampak rupanya. Tapi aku yakin mereka disana bahagia, karena bisa terbebas dari kehidupan yang nampak mulai kejam.